Tampilkan postingan dengan label review bunda. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label review bunda. Tampilkan semua postingan

Selasa, 18 Juni 2019

Persyaratan mutasi / pindah Pemkot (Bogor)

Buat ibu-ibu yang mau pindah ke Pemkot / Pemda, mungkin informasi ini bisa sedikit membantu ya.. Saya bold ibu-ibu soalnya biasanya yang mau pindah ke Pemkot itu para working mom yang pindah dengan alasan mengikuti suami atau ingin lebih deket dari rumah :)


Berikut hal-hal penting yang mesti dipersiapkan jika kita (udah yakin) mau pindah ;) 

1. Sebelum menyiapkan berkas-berkas, sebaiknya pastikan dulu ke Pemkot atau ke Dinas yang akan dituju bahwa di kantor tersebut memang ada jabatan yang kosong. Bisa dibilang, kulo nuwun dulu yaa.. Lebih enak lagi kalau udah ada kenalan di sana :D

Kalau dulu saya survey ke beberapa dinas di Kota Bogor yang berkaitan dengan pendidikan (pariwisata) saya juga jabatan saya sekarang tentang kepegawaian (phlis, gausah ditanya nyambungnya dimana haha). Dari survey tersebut, kita bisa memastikan bahwa kepada siapa kita bisa tanya-tanya lebih lanjut tentang proses pindahnya. Ternyata di jaman sekarang ga bisa langsung proses ke Dinas yang diingini, tapi terpusat di kantor yang mengurusi kepegawaian di Pemkot tersebut. 

Kalau saya diarahkannya ke Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Aparatur (BKPSDA) Kota Bogor atau yang familiar di telinga kita dulu itu BKD (Badan Kepegawaian Daerah) hanya di tiap kota / kabupaten namanya berbeda-beda.

Langsung ya cuss survey BKD di tempat yang akan dituju dimana dan tanya persyaratannya apa aja ya...


2. Siapkan persyaratannya :)

Nah kalau ke Pemkot Bogor, berkas awal yang harus disiapkan adalah :


  • Surat keterangan dari pimpinan / Eselon II perihal tidak pernah dijatuhi hukuman, tidak sedang melakukan proses perceraian, dan tidak sedang dalam masa tugas belajar.
  • Surat keterangan dari bendahara gaji bahwa tidak ada masalah dalam hal keuangan.
  • Fotocopy SK CPNS, PNS dan Pangkat Terakhir di legalisir.
  • Fotocopy ijazah terakhir dan nilai transkrip legalisir yang berwenang.
  • Surat permohonan pindah ke Pemkot yang ditujukan kepada Walikota atas nama pribadi.
  • Fotocopy Kartu Pegawai legalisir.
  • Surat ijin mengikuti ujian psikotes mutasi Pemkot dari atasan langsung.


3. Setelah berkas-berkasnya dirasa lengkap, langsung dibuat 2 rangkap. Satu untuk BKPSDA, satu nya lagi ditujukan ke Sekretariat Wali Kota. 
Jangan lupa, berkasnya diserahkan langsung ya kepada yang dituju. Bukan lewat Pos atau kurir. Ini agar memastikan bahwa berkasnya sudah sampai ke pihak yang bersangkutan.
Setelah itu, menunggu jadwal panggilan psikotes ;)
 

4. Psikotes (dan mungkin di beberapa daerah ada yang sekaligus wawancara) 

Kebetulan proses saya hanya psikotes, tidak ada wawancara.
Psikotes nya berlangsung dari pagi hingga sore. Psikotes nya lengkap. Mulai dari tes logika penalaran, menggambar hingga tes menghitung (Pauli).

5. Setelah hasil psikotes keluar

Kalau saya waktu itu kurang lebih 1 (satu) bulan nunggu hasil psikotesnya keluar. 
Nantinya, surat lulus psikotesnya itu dalam bentuk Surat Persetujuan Pindah Pemkot Bogor yang dikeluarkan oleh Pemkot Bogor.
Nah, setelah ada surat persetujuan Pemkot tersebut, lengkapi berkas lagi untuk ke BKD Provinsi dan BKN Regional Jawa Barat.

6. Melengkapi berkas-berkas (lagi)

Karena ditujukannya 2, jadi dibuat 2 rangkap legalisir. Kurang lebih persyaratannya sama dengan persyaratan awal, hanya ditambah Surat Persetujuan Pindah dari Kementerian / instansi asal. Berarti harus lewat unit pembina kepegawaiannya ya.. kalau di Kementerian perdagangan koordinasinya dengan Biro Organisasi dan kepegawaian. Prosesnya juga kebetulan cepet banget. Kurang lebih 10 hari kerja (cepet loh inii, kirain sampe berbulan-bulan harus ditanya mulu tiap hari :D )

Setelah seluruh berkas dibuat 2 rangkap dan legalisir, saatnya ke BKPSDA nya agar segera diproses oleh mereka :)

Iya, saya proses nya hanya ke BKPSDA Bogor, sedangkan yang mengurusi ke BKD Provinsi dan BKN Regional yang notabene lokasinya ada di Bandung, itu pegawai dari BKPSDA nya. 

7. Setelah berkas masuk BKPSDA, tinggal tunggu SK!

Waktunya cuman 2-3 bulan, cepet ya? :)
Yang bikin lama kayanya waktu ngambil SK nya ke Bandung. Hehe. Soalnya antara tanggal SK dan SK bisa ditangan itu lumayan lama. Karena harus dibuat Surat Penugasan dari BKPSDA yang menyatakan bahwa kita ditugaskan di dinas mana. Nah, disini baru ketauan deh kita ditempatinnya dimana ;)

Seluruh proses itu saya jalani dari bulan Agustus 2018 hingga turun SK di tangan akhir Mei 2019. Yah kurang lebih 10 bulan.

Cepet kaaan..?

Saya kasih tips nya yah untuk mutasi ini, yang penting mah NIAT! Hihihi.

Niat bener-bener mau pindah, jadi ngejalaninya juga gampang dan diberi kelancaran. Selain berusaha, ga lupa berdoa yah. Agar diberi kemudahan segalanya. Aamiin.

Btw, saya berniat mutasi ini sudah dari tahun 2016 dan baru berani saya eksekusi di pertengahan tahun 2018 :D Simak ceritanya di sini kalau berkenan yaaa ;)


Oke buibu, jadi udah manteb mutasi belum niih.. ;)

Jumat, 29 Juni 2018

Malam Gala Premiere Film KULARI KE PANTAI #part1

Akhirnyaaa jadi (salah satu) orang pertama yang bisa nonton film ini sebelum diputar serentak di bioskop! SENENGG BANGEEETT ;D

Jadi, waktu itu kan ikut kompetisi bikin blog yang hadiahnya nonton special screening di Malam Gala Premiere film Kulari Ke Pantai, alhamdulillah dapat dong, plus voucher belanja lagi, hehe..

Trus sebenernya dapet tiketnya cuma 3. Karena Adip udah 2 tahun, jadi harus pake tiket sendiri kan, jadinya salah satu dari kami harus ada yang ngalah.
Antara Adip dan ayah dirumah aja (nonton berdua aja sama akak) atau ayah aja yang ga ikut. tapi ngebayangin nonton cuma ber3 sama anak-anak aja udah syereeem >,<
Alhamdulillah, waktu sesi ke dua, bioskopnya ga terlalu full, jadi boleh masuk berempat yeaayy!!

maapkan kenorakan kami, poto di dalem bioskop!
akak super exciting!!
with cast, mbak mirles dan mas riri riza sebelum filmnya diputar

Review Film Kulari Ke Pantai~~

Durasi filmnya cukup panjang memang. Tapi bisa banget bikin betah nonton. Buktinya amak-anak aja anteng nonton selama di bioskop! :D

Film ini menceritakan tentang perjalanan road trip antara ibu dan anak, yaitu Mama Uchi dan Sam, ditambah sepupunya Sam, Happy.
Seneng, seru, sempet sedih sebentar, deg-degan, daaaan banyak ketawanya! Asli ini lucuuuu filmnyaaa :)))
Ceritanya ringan tapi ada pesan moral yang ingin disampaikan tentang persaudaraan yang tanpa pura-pura. Dan ngajarin anak-anak untuk berjiwa nasionalis dan lebih cinta Indonesia :')

Actressnya juga diperanin passs banget sama adek-adek lucu-gemas-pinterrr banget bahasa inggrisnya :) Pemilihan lokasi-lokasi shooting yang kece, yang kemungkinan nanti siap-siap jadi booming kembali seperti lokasi-lokasi fi film AADC2!!

Daan siap-siap habis nonton filmnya jadi pengen #Kulari kepantai dan liburan road trip sama anak-anak, karena...dengarlah.....pantai memanggilmuuuuu :'D

Kamis, 22 Februari 2018

Dilan-da Dilan 1990.


Siapa yang udah nonton film Dilan, cung?!! πŸ˜„πŸ˜„πŸ˜„ 
Atau nontonnya udah lebih dari sekali?! Hayo ngakuuu πŸ˜‚πŸ˜‚
Atau malah belum nonton?? nih liat trailer Dilan 1990 dulu yaa πŸ˜‰πŸ˜‰

Kalau yang belum nonton, trus mau baca blog ini, jangan nyesel yaaa..soalnya saya mau spoiler. hahahah
.
.
.
.
.
Sebelum spoiler, saya cerita dulu yaaa

Awalnya, saya pengen nonton Dilan bukan karena sudah pernah baca novelnya (saya baca novel Dilan 1990 setelah liat filmnya dan itupun atas paksaan pak suami kalau saya harus baca novelnya. haha). Nonton film ini bukan juga karena tulisan dari Pidi Baiq dengan "Rindu dan Berat" nya yang fenomenal 😁 Tapi, pengen nonton Dilan karena pemeran utama laki-lakinya si mas, eh dek Iqbaal CJR 😍😍 (Plis jangan bully makemak seperti saya ini yah haha)
Jadi, kalau tulisan ini subjektif banget ya harap maklum yaaa.. Karena saya memang "naksir" sama Iqbaal dari semenjak di CJR (tutup muka 😁)

Dibela-belain nonton yang jam setengah 3 di Bogor Square deket rumah, tapi jam 14.25 masih di stasiun nyari ojek --saya habis dari Jakarta. Dapet ojeknya, pake hujan gede di tengah jalan, brenti dulu pake jas hujan (untungnya saya bawa di tas), ngelewatin banjir lokal di tengah jalan...akhirnya sampe juga di mall nya jam 14.40. Pake lari ke bioskopnya, dan seneng bangeeet masih dibolehin beli tiket dan masuk. Yeaaayy!! πŸ˜†πŸ˜†
.
.
.
.
.
Sampe di dalem bioskop, film sudah mulai di adegan monolognya si Milea.
Beruntungnyaaaaa masih dapet adegan yang paling penting (menurut saya, haha), adegan Dilan naik motor ketemu Milea di jalan dan meramal akan bertemu di kantin (bener kan, adegan paling penting dan fenomenal karena banyak dijadiin meme 😁😁)

Adegan ini  juga menurut saya adegan paling gemes, hahaha. Iya. Soalnya si Milea nya (masih) judess banget dan Dilan nya udah keliatan charming-gantenggg bangeeeeeetttt...lagi godain si Milea. Aaaah meleleh hati mamak 😚😚

Habis gitu, beberapa kali Dilan mendekati Milea, dan Milea masih cuek. 
Oiya, udah tau kan ya, karakter Dilan? Ketua geng motor dan terkenal preman di sekolahnya. Di awal film juga diceritain si Dilan itu seperti apa.
Adegannya pas Dilan naik motor bareng geng nya lagi mau adu tawuran gitu. Pake gerakan slow motion. olalaaa, ganteengnyaaa si Iqbaaal 😍😍😍
Dan si Milea ini anak pindahan dari Jakarta, lalu sekolah di Bandung. Punya pacar di Jakarta, Beni.

Hati Milea mulai meluluh ketika Dilan antar pulang Milea naik angkot -Milea sekolah dan pulang naik angkot-
Dialognya kurang lebih seperti ini, 
"Milea, kamu cantik tapi aku belum mencintaimu nggak tahu kalau sore, tunggu aja."
Cie cie Milea. πŸ˜…πŸ˜…
Sejak turun dari angkot itu, Milea jadi terbayang-bayang dengan Dilan. Beni, pacarnya yang di Jakarta sudah mulai diacuhkan Milea.

Selama beberapa adegan gila nya Dilan dalam usahanya merebut perhatian Milea, ada satu yang aneh, adegannya di kelas Milea, Tembok papan tulisnya bergetar pas ada bu Guru yang menulis di papan tulisnya. Ga ngerti gimana, tiba-tiba tembok papannya itu runtuh begitu aja. Jebol dari kelas sebelahnya?!! (Entah saya yang ga ngeh atau memang ga ada yah, kejadian yang menjelaskan sebelumnya kenapa temboknya pengen dijebol Dilan. Tapi ternyata di novelnya ada ceritanya kenapa. Sedikit menjawab keganjilan saya. hmm.)

Dan puncaknya pas ulang tahun Milea, ucapan dan kado Dilan lah yang ditunggu-tunggu Milea. Ngasih kado juga sih akhirnya, ngucapin pula ke Milea dengan khas ide Dilan yang gila. Kadonya buku TTS!! Hahaha. 

Ga lama setelah Milea mulai merespon, eh Dilan nya cuek. Ngeselin ya?! Cowok tuh emang ga peka banget sih?! Hahaha jadi kesel gitu ke Dilan.
Gataunya, Dilan sangka kalau Milea jadian sama temen sekelasnya. Jadi Dilan bilang ke temen akrabnya, Piyan, 
"Jangan ganggu Milea. Dia sudah ada yang punya."  
Yang maksudnya, Milea sudah jadian sama temen sekelasnya itu, jadi dia gamau ganggu Milea lagi.
Duh.

Setelah tau kenapa Dilan menjauh, Milea ada acara ke Jakarta dengan teman-teman sekolahnya. Sayangnya pula, Dilan ga ikut. (Ga dijelasin juga kenapa ga ikut.)
Pas lagi makan siang di Jakarta, Milea kepergok sama Pacarnya, Beni, lagi makan berdua dengan teman cowoknya. Dasar Milea emang lagi mulai bosan dengan Beni, dia merespon kedatangan Beni dengan biasa saja. Beni jadi marah-marah dan menuduh Milea selingkuh dan mengatakan Milea itu pelacur.
Milea nangis. (iya, saya juga ikut menangis. sedih kenapa ga ada Dilan disitu. Harusnya Dilan ada untuk Milea. huhuhu )

Saat nangis itu, Milea jadi ingat Dilan. Karena suatu ketika, Dilan pernah bilang di telepon (kurang lebih seperti ini), 
"Jangan pernah bilang ke aku ada yang menyakitimu. Nanti orang itu akan hilang." 
Ah, Dilan, kenapa kamu ga ada saat itu? (penontonnya mulai drama, hahaha)

Selesai drama Beni dan Milea, Milea sakit karena kecapean. Dilan tau dan dibawanya tukang pijit buat Milea. Hihihi, lucu ya idenya Dilan. Perhatian bangeet. Pas adegan Dilan mau pulang, Milea cium tangan dengan tukang pijitnya itu yang ternyata tukang pijit langganannya bundanya Dilan (baca : udah akrab banget dengan Dilan dan keluarganya). Saat itu, Milea juga cium tangan ke Dilan.
(Seketika saya ingat kejadian saya dengan Dilan saya *eh πŸ˜™ 
Belum ada ikatan, pertama kali ketemu setelah deket, langsung cium tangan 😌 seolah terhipnotis, dia pasti akan jadi imam saya kelak. hahaha, PD banget ya. Lah, malah curhat, hahaha.)

Nah, udah deket lagi nih Milea dan Dilan. Terhembus gosip lah kalau Dilan ke-gap temennya Milea kalau dia bonceng perempuan yang lagi ngejar Dilan.
Milea cemburu? 
Ngakunya sih iya, tapi setelah dijelaskan oleh Dilan dia hanya mengantar cewek itu karena ayahnya masuk rumah sakit, alesannya Dilan,
"Tidak mencintai bukan berarti harus membencinya, kan?"
Dilan, baik bangeet sih kamuuuu 😚

Di tengah kecemburuannya itu, Milea tak sengaja kenal dengan Bundanya Dilan. Mereka bertemu saat Bunda Dilan ke sekolah karena ada urusan dengan skorsing Dilan. (kan emang Dilan nya bandel banget, jadi sering di skors)
Sebenernya ada adegan ganjil juga nih di sini niiih. Pas saat Milea diajakin pulang bareng Bundanya Dilan. Settingannya di mobil, tapi keliatan banget di edit. Duuuh, ga bisa lebih natural sedikit apa yah. Jadi kurang sreg adegannya πŸ˜‘πŸ˜‘ tapi gapapalah, Iqbal sih tetep ganteng πŸ˜‚

Kelar sama si perempuan yang mengejar Dilan, ada lagi Kang Adi. Guru les privatnya Milea yang seorang mahasiswa ITB. Kang Adi PDKT juga sama Milea. Suatu saat ngajakin Milea jalan-jalan ke ITB. Milea sempat menolak. 
Milea cerita kalau diajak jalan Kang Adi.
Dilan cemburu?
Bilangnya sih gini, 
"Cemburu itu untuk orang-orang yang sedang tidak percaya diri. Dan aku sedang tidak percaya diri sekarang."
Duuuh ampuuun Dilan lagi cemburu aja puitis 😍

Jadi Milea janji ga akan jalan sama Kang Adi.
Tapinya Milea terjebak situasi harus jalan sama Kang Adi. Ah pokoknya jadi kesel, kenapa Milea harus jalan sama Kang Adi. Padahal udah janji sama Dilan ga akan nerima ajakannya.
Mengutip monolognya Milea, seketika bangunan-bangunan indah yang dibangun Milea dengan Dilan langsung runtuh dan hancur. Milea mengkhianati janjinya ke Dilan. Huhuhu, baper lagi. πŸ˜”πŸ˜

Tapi endingnya sudah bisa ditebak kok, apalagi pas percakapan di telepon terakhirnya, Dilan bilang nitip 2 materai yang harus dibawa saat Milea ke sekolah.
Pernyataan yang dikasih materai itu sayangnya (menurut saya) ga sepuitis gombalan-gombalan Dilan lainnya. Tapi Iqbal ganteng, teteup. Hahaha.
Eh ada juga sih, obrolan Dilan dan Milea tentang rindu yang mengingatkan saya sama Dilan saya, (tenang, ini bukan yang rindu itu berat, Dilan saya ga sepuitis itu, haha)
"Dilan, aku rindu."
"Sama. Aku juga rindu."
"Rindu sama siapa?"
"Aku juga rindu sama Dilan."
Ngeselin ya, hahaha.
.
.
.
.
.
.
Udah ah,
Spoilernya segitu aja.
Kalau menurut saya sih, filmnya bagus. Ga membosankan. Dari dialog percakapan, gombalannya Dilan, juga setingan tempatnya. Mungkin bagi yang punya kenangan di Bandung jadi bisa sekalian nostalgia jalanan Bandung. Dan kemasannya menarik. Karena di seting jaman 90-an tapi dengan wajah-wajah pemain yang baru dan enak dipandang (jangan ditanya lagi siapa yang paling enak dipandang, hahaha)
Satu lagi, tentang pemainnya. Awalnya saya udah underestimate sama si ganteng Iqbaal. Sudah pasti jual tampang doang untuk Dilan. Nyatanya dia bisa juga berakting "sangar" dan ga selalu "manis".😊

Nah, kalau ditanya, Dilan saya siapa. Dilan saya ya yang mengijinkan saya untuk nonton film ini, tanpa anak-anak. Yang mengijinkan saya mengagumi pemeran utamanya. hahaha. Terimakasih ayaaah 😘😘😘
Trus, kalau ditanya, Mau nonton lagi gak?
Mauuuuuuuu..#belumbisamoveon πŸ˜‚πŸ˜πŸ˜

Rabu, 14 Februari 2018

Jadi(lah) Konsumen Cerdas

Ngomongin yang serius dikit ah, biar kayak orang bener πŸ˜†

Jadi, beberapa waktu lalu saya mendapat hampers dari Promina, karena habis menang lomba video-challenge nya Promina di Instagram. Cek videonya di sini  yaaaa😁

Pas dibuka hampersnya, kita ga curiga apa2 karena box nya masih utuh, semua masih dalam keadaan rapat dan tertutup. Dapetnya Promina Mie instan, puding, bubur bayi sama biskuit dan kaos juga 😍😍

Nah, pas buka yang box mie, ternyata ada bungkus mie nya yang sobek!

ada lubang dibungkusnya

Akhirnya, langsung saya komplain ke pihak Promina (hanya) lewat Instagram! Dan ga lama, dibalas sama pihak Promina nya. Bahkan sampai di telepon dari pihak Promina terkait komplain saya.
Selang beberapa hari malah dari pihak Indofood yang ada di Bogor, langsung mendatangi rumah saya dan menanyakan perihal kerusakan pada bungkus Promina itu.
Yang lebih bahagianya, digantiin mie nya 2 bungkus, sebungkus biskuit bayi dan 1 lunchbox! 😍😍
Keesokan harinya, saya malah dapat kiriman sebox mie Promina sebagai pengganti yang rusak dari pihak distributor yang di Jakarta.
Double doubleeee 😍😍

Hampers menang lomba Promina di IG
Petugas dari Indofood datang dan bawa gantinya dobel dobel 😍😍😍

Yang saya mau tekankan di sini, bukan mau pamer dapet hampersnya, pamer video apalagi, hahaha..

Hanya saja, jadi ibu-ibu itu harus cerdas!
Sekarang jaman medsos bisa diakses dimana-mana, dapet barang jelek, langsung share ke medsos, maki-maki ada kecurangan bla bla...
Padahal belum tentu kesalahan ada di pihak produsen.

Yang pinter dikit ya buibu...
Coba, mungkin bisa difoto dulu sebagai bukti, dan dilaporkan ke pihak terkait. Ah siapa tau kaaaan digantiinnya dengan dobel-dobel gini kayak kejadian sayaaa πŸ˜‰πŸ˜‰ 

Yah, bisa aja sih penanganannya lambat atau berbelit-belit. Tapi percaya aja, saya awalnya juga gamau komplain. Hanya kasih info saja kalau ada produknya yang rusak, jadi bisa lebih hati2 mengemasnya.
Gataunya malah diganti lebih-lebih. Alhamdulillaaah...

Yang bijak juga pakai medsos! Saya komplain hanya lewat IG loh...dan itu ditanggapi!

Yuk jadi konsumen cerdas dan bijak! 😍 (bukan sponsor Kementerian PerdaganganπŸ˜†)


P.S. pihak Indofood juga menjanjikan akan menghubungi saya lagi terkait tentang komplain ini dengan mengecek keadaan di pabrik pada saat proses produksi. Dan saya sudah dihubungi pihak Indofood, ini murni kesalahan human error pada saat packing. Karena pada saat proses produksi sudah sesuai dengan SOP yang berlaku. (kurang lebih penjelasannya seperti itu πŸ˜‡) Tks Promina, Tks Indofood 😍

Jumat, 24 November 2017

KE DOKTER WALDI

Foto bareng dr. Waldi di usia adip 6 bulanan.

Sebelum saya cerita ada apa ke dokter, saya mau cerita dulu tentang dokter favorit kami ini ya. 😊
Namanya dr. Waldi Nurhamzah, SpA.
Dulu praktek di RSCM, tapi sekarang hanya buka praktek di rumahnya, yang ada di Pondok Pinang, dekat gedung Fedex Lebak Bulus. (Hoosaaaaah kebayang dong dari Bogor jauhnya minta ampun! πŸ˜†)
Mulai kenal sama dokter ini pas kecilnya Aqilah. habis browsing2, ketemu dokter ini. kalo dulu sih masih relatif dekat jaraknya dari kontrakan di Sawangan. Makanya masih terjangkau jaraknya.

Enaknya di dokter Waldi ini, orangnya simpel banget. Ga gampang ngasih obat. Sekalinya ngasih obat dulu pas Aqilah sakit sariawan, itupun obat generik yang harganya cuman 4 ribuan! Coba bayangkan kalau ke Dokter anak yang di RS, udah kasih vitamin, antibiotik bla bla bla habis 500 ada kali yah πŸ˜‘πŸ˜‘

Selain itu, orangnya enak diajak diskusi, mau jawab pertanyaan pasien, dan jawabannya pun gamblang banget dan mudah dimengerti.
Sisi lain dokter Wladi, beliau ini lucu, kocak sekaligus suka marahin sesuatu yang kecil tapi berguna bangeeet! Contoh nih, pernah buku periksanya aqilah udah hampir habis untuk nulis catatan di kolom periksanya, beliau rewel banget, ngingetin jangan lupa ditambah kertasnya ya bu. Pas udah ditambahin kertas, kurang nempel ke bukunya jadi nanti gampang sobek dll. Dan itu bermanfaat banget ya buat kami! Mau ngingetin hal-hal sepele seperti itu. 😊

Satu lagi nih, yang bikin suka sama dokter ini. Jam periksanya udah ditentuin sesuai jadwal kita pas nelpon. Jadi kita sudah tau jam berapa akan ketemu beliau, jadi bisa kira2 jam berapa datengnya. Hal kayak gini kan meminimalisir banget ketemu sama anak2 yang sakit lainnya. Coba di RS, udah antri, ketemu banyak anak yang sakit lagi. πŸ˜ͺ
Ya itulah makanya kami jatuh hati banget sama dokter ini! 😍😍😍





Okay,

Sekarang mau cerita, kenapa ke dokter Waldi.
Jadi, minggu kemarin, Adip kulitnya bentol2 gatal2 seperti alergi sesuatu. Pas gatal jadinya garuk2 terus gamau berhenti πŸ˜“

Begitu cek dokter, katanya bukan alergi. Hanya karena virus akibat dari batuk pilek (adip memang lagi batuk2 belum sembuh2) jadi no worries. Ga ada yang perlu dikhawatirkan.
Pfiuh, alhamdulillah.
Boleh dikasih bedak dan untuk batuk nya paling hanya kasih paracetamol. Belum perlu disembuhkan dengan obat. Dokter memberi waktu seminggu untuk bentolnya dan 10 harian untuk batuk, sehingga bisa sembuh dengan sendirinya.

Well see, dokternya santai banget ya kan?

Nah, selain bentol, ada juga nih yang jadi bahan konsultasi ke dokter Wladi. Yaitu soal perkembangan Adip di usianya 19 bulan. Nanti saya sambung ke blog selanjutnya yaaaa πŸ˜™

P.S. Dokter Waldi juga sempet ngomentarin buku periksanya Adip yang halamannya udah sobek2 😣😣 Katanya, bentolnya boleh kena air angin tapi jangan kenap api dan uhu. Uhu - nya buat lem bukunya aja bu. (Tau kan ya, lem uhu?)πŸ˜„πŸ˜„

Selasa, 17 Oktober 2017

Bandung, Juli 2017 (part#2)

Day 2.
Masih di Bandung 😍😍



Di hari kedua, sehabis sarapan kita langsung berenang! Yipiyeeeyy. πŸ‘―πŸ‘―

Anw, kita nginepnya di Grand Pacific Hotel Bandung , Pasir Kaliki. Kita nyari hotel yang murah meriah plus ada kolam renangnya. Ini wajib karena mumpung ke hotel, si akak suka nanyain mau berenang. *padahal bisa ya kalo cuman mau berenang di bogor aja di taman yasmin yang murah :p
Tapi ini kolam renang nya special banget. Ada di rooftop dong 😎 dan ternyata, baru ngeh kalau hotelnya terletak di dekat bandara Halim perdana kusuma. Jadi, begitu kita renang, pesawat banyak banget mondar mandir di langit atas kepala! Uwoooo adek sampe bengong ngeliat pesawat begitu dekatnya! :D

habis berenang langsung kering badannya, terik boooo :D
deket banget sumpah sama pesawatnyah!!


Habis berenang, kami siap2 buat jalan. Sayangnya ayah masih ada acara sendiri, jadi saya harus jalan sendiri lagi sama anak2 doang. Fiuh. Untung ada gocar, jadi bisa naik mobil dianterin ke mall
(hadeeh maafkan mamak yang males jalan ini, akhirnya ke mall mall juga jalannya) dan sampe mall akak langsung ketemu odong2 zzzzzz


as usual πŸ˜‘πŸ˜‘
Malemnya, kita makan di tempat makan yang akak request : yang ada mainannya! hahaha.. Jadilah kita ke TreeHouse, Lebak Gede yang letaknya bersebrangan sama toko bayi : Lavie Baby House. Sudah pasti bundanya setuju2 aja, jadi sekalian bisa belanja!! πŸ˜‚πŸ˜‚

Sebenernya kami sudah pernah kesini sebelumnya. Pas jaman belum ada Adip. Seru banget soalnya di sini ada mainan outdoornya. Meksipun malam, tapi masih bisa dimainin dong. Akak heppi bangeeet 😘😘 Sayangnya kita ga sempet foto2 di tempat mainannya :(

Ini beberapa foto pas di Tree House. Eh, makanannya juga enak loh! si bayi suka banget 😍






 
 Oke, hari kedua sampai disini yaaa...kapan2 disambung lagi πŸ˜†πŸ˜†